The world's largest sports betting platform_Baccarat Master_Indonesian odds

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Platform judi online

Mer365 Score Networkantau atau pulan365 Score Networkg ke kampung 365 Score Networkhalaman, masing-masing pun365 Score Networkya kelebihan dan kekurangan. Sebagai seorang individu, jelas kamu berhak menentukan pilihanmu sendiri. Toh, memilih merantau juga bukan berarti kamu tidak bisa memberi kontribusi pada tanah kelahiranmu sendiri.

Padahal, seorang sarjana tentu bisa memilih keputusan yang berbeda dari orang-orang pada umumnya – seperti pulang ke kampung halaman misalnya. Meskipun mendengar pernyataan ini mungkin akan membuatmu mengerutkan dahi, tapi inilah alasan-alasan yang akan meyakinkanmu. Bahwa sarjana yang pulang ke kampung halaman dan membuat perubahan adalah yang terbaik.

Nah, dalam kondisi-kondisi itulah sebenarnya para sarjana seharusnya mengambil peran. Sarjana pendidikan, pertanian, ekonomi, atau apapun jurusan yang kamu ambil pastilah bisa memberi kontribusi. Ilmu yang didapat di bangku kuliah sepatutnya bisa benar-benar berguna dalam kehidupan yang nyata.

Tak bisa dipungkiri, sarjana yang memilih pulang ke kampung halaman seringkali justru mendapat penilaian yang negatif. Dianggap tidak mampu berjuang, bahkan lebih parah lagi yaitu dianggap sudah gagal di tanah perantauan. Akibatnya, tak sedikit sarjana yang enggan pulang lantaran anggapan-anggapan miring tersebut.

Di desa atau kampung tempat asalmu, mungkin ada pula sekelompok warga yang menganggur. Tidak bisa mencukupi kebutuhan keluarganya karena di PHK dan tak punya kemampuan untuk berwirausaha. Ada pula kelompok petani yang mungkin sering gagal panen karena minimnya pengetahuan.

Kamu mungkin tak seberapa perhatian dengan kondisi di tempat asalmu. Bahwa ada sekolah-sekolah yang sebenarnya kekurangan tenaga pengajar, dan ada anak-anak yang tak mendapat fasilitas belajar mengajar yang layak.

Ada banyak cara supaya kamu bisa ikut serta memajukan desa atau kampung halamanmu tanpa harus menetap di sana. Tapi jika “pulang” adalah yang menjadi panggilan hatimu, tentu kamu pun tak perlu ragu. Yakinlah bahwa kesuksesan itu akan datang selama kamu punya niat dan tekad untuk berbuat kebaikan.

Kamu tentu berharap bisa mendapat pekerjaan yang mapan di perantauan. Sayangnya, hal itu belum tentu jadi kenyataan karena banyaknya pesaing yang juga menginginkan hal yang sama denganmu. Yang pasti, ketatnya persaingan untuk mendapat pekerjaan adalah yang tak mungkin kamu hindari. Selain biaya hidup yang tinggi, kehilangan waktu bersama orang-orang yang kamu cintai misalnya keluarga juga jadi resikonya.

Memang tak bisa dipungkiri, perantauan membuatmu keluar dari zona nyaman. Menjauh dari bantuan keluarga dan segala yang sudah kamu punya di tempat asal.

Setelah lulus dan menyandang sarjana, banyak yang beranggapan bahwa merantau adalah sebaik-baiknya pilihan. Harapan mendapatkan karir yang mapan di kota-kota besar membuatmu mengabaikan kemungkinan-kemungkinan lainnya.

Yup! Pendidikan adalah senjata yang paling ampuh, yang dapat kamu gunakan untuk mengubah dunia termasuk mengubah kampung halamanmu menjadi lebih maju. Sebagai sarjana tentu kamu memiliki bekal pendidikan itu, yang rasanya sayang sekali jika tak bisa membawa manfaat bagi orang-orang di sekitarmu.

Selain bayangan kesuksesan yang ditawarkan, perantauan boleh dibilang sebagai tempat penempaan. Ya, pergi merantau berarti keluar dari zona nyaman. Kamu akan menjalani kehidupan baru dengan lingkungan dan orang-orang yang baru pula.

Jangan bimbang menentukan masa depan. Setelah lulus dan menyandang gelar sarjana, mungkin keputusan terbaik adalah pulang untuk membuat perubahan dan membangun kampung halaman.