BetVictor_bet365 sports betting_Betting odds_Genting Online Gambling_bet365 download

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Platform judi online

BBBaccarat Platform CollectBaccarat Platform Collectionionaccarat Platform Collectionaccarat Baccarat Platform Collectionplatform CollectionSudah pasti orang mengira tes HIV berlaku hanya untuk mereka yang positif terkena AIDS. Padahal, tes ini berlaku untuk siapapun. Nggak peduli cowok, cewek, bahkan nggak peduli berapa usia mereka. Pertanyaannya, kapan kamu akan melakukan tes ini? Sesegera mungkin. Sebab kita nggak pernah tahu kapan kita tertular HIV.

Nah, dari data-data inilah, Hipwee Boys ingin membuka hati dan pikiranmu agar bersedia untuk memeriksakan dirimu; apakah terjangkit virus menular ini atau nggak. Sebab, masyarakat Indonesia masih terlalu tertutup dan close minded soal tes HIV. Stigma ini harus kita ubah. Apa yang salah dengan tes HIV? Berikut ini adalah alasan kenapa sebaiknya kamu melakukan layanan tes HIV dan konseling atau VCT (Voluntary Counseling And Testing), meski kamu nggak pernah sekalipun melakukan seks bebas. Yu, disimak pembahasannya!

Apa kamu nggak cemas dengan kehidupan seksualmu dan masa depanmu? Kalau kamu bersedia melakukan konseling dan tes HIV, kamu akan segera tahu hasil kesehatan seksualmu. Kalau sudah tahu begitu, kan, hidup jadi tenang. Kalau kamu negatif, kamu bisa melanjutkan hidupmu dengan bahagia, bukan? Nggak selalu dibuntuti dengan kecemasan akan virus mematikan tersebut.

Mungkin kamu berpikiran bahwa kamu nggak perlu melakukan tes ini karena kamu nggak pernah melakukan hubungan badan, apalagi free sex. Sejatinya, AIDS bisa tertular dengan berbagai cara. Dari suntikan, jarum tato, hingga berhubungan seksual dengan istrimu sendiri.

Padahal, kalau cuma tes aja, kan, nggak masalah. Mungkin yang jadi masalah adalah rasa malu dan stigma masyarakat akan penyakit ini. Justru hal inilah yang harusnya kamu ubah. Lagipula, kenapa harus takut untuk tes sih? Toh, dengan kamu tes HIV, kamu akan tahu seberapa bahayanya AIDS dalam kehidupan ini. Jauhi penyakitnya, bukan orangnya!

Berdasarkan data dari Ditjen P2PL pada Mei 2016, pengidap HIV di Indonesia dari tahun 1987 hingga 2016 mencapai 198.219 jiwa. Sementara pengidap AIDS berada di angka 78.292 jiwa. Jika dipersentasekan, orang yang terkena HIV di usia 20-29 tahun mencapai 31,5%, usia 20-29 tahun sebesar 29,6%, usia 40-49 tahun berada di angka 12%, dan 4,1% untuk usia 50-59 tahun. Bahkan, 2,8% jatuh pada anak usia 15-19 tahun! ini data dari tahun 1987 hingga pertengahan tahun 2016. Cukup meresahkan, bukan?

Keuntungan lainnya ketika kamu memutuskan untuk melakukan VCT adalah kamu bisa membantuk mengatasi atau bahkan mencegah pertumbuhan epidemi AIDS. Biar nggak tersebar semakin luas. Sebab, epidemi AIDS hingga saat ini belum bisa teratasi perkembangannya. Dan AIDS sendiri masih menjadi penyakit berbahaya di dunia yang belum bisa diatasi dengan mudah. Kalau kamu tahu keadaan tubuhmu, tentu kamu nggak mau membiarkan orang lain juga turut merasakannya, bukan? Kecuali kamu jahat sih.