PBB: Jumlah Bencana Iklim Meningkat, tapi「Indonesian Football Handicap」 Korban Jiwa Berkurang

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Platform judi online

LaIndonesian FooIndonesian Football HandicaIndonesian Football Handicapptball HandicapPoran itu juga menyebutkan bahwa jumlah rata-rata bencana tahunan mengalami seIndonesian Football Handicapdikit penurunan pada tahun 2010an, yakni menjadi 3.165 bencana.

KOMPAS.com - Bencana iklim melanda dunia empat hingga lima kali lebih sering dan menyebabkan kerusakan tujuh kali lipat lebih banyak dibanding tahun 1970an, menurut Badan Meteorologi Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB).

Pada tahun 1970an, dunia rata-rata mengalami 711 bencana iklim dalam setahun.

Tapi dari tahun 2000 hingga 2009 angka tersebut naik menjadi 3.536 bencana dalam setahun atau hampir 10 bencana dalam satu hari, demikian menurut laporan yang menggunakan data dari Pusat untuk Riset Epidemiologi Bencana (Centre for Research on the Epidemiology of Disasters) di Belgia itu.

"Kabar baiknya adalah kita telah bisa meminimalkan jumlah korban di saat kita mulai mengalami kenaikan jumlah bencana: gelombang panas, banjir, musim kering, dan terutama badai tropis ekstrem seperti Ida, yang baru-baru ini melanda Louisiana dan Mississippi di Amerika Serikat,” kata Petteri Taalas, Sekretaris Jenderal WMO, dalam sebuah konferensi pers.

Baca juga: Laporan IUCN Terbaru, Perubahan Iklim Mengancam Kehidupan Komodo

Tetapi bencana-bencana iklim ini merenggut nyawa lebih sedikit. Pada tahun 1970an dan 1980an misalnya, bencana-bencana tersebut rata-rata menyebabkan kematian 170 jiwa setiap harinya di seluruh dunia.

"Kita akan semakin sering menyaksikan cuaca ekstrem akibat perubahan iklim, dan tren negatif dalam iklim ini akan berlanjut dalam beberapa dekade mendatang.”

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

Laporan WMO ini muncul di periode musim panas yang dipenuhi bencana secara global, termasukbanjir mematikan di Jerman, gelombang panas di Mediterania, Badai Ida, dan serangan kebakaran hutan yang diperparah oleh musim kering yang melanda Amerika Serikat (AS).

Sementara pada tahun 2010an, angka tersebut turun menjadi sekitar 40 per hari, kata Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) dalam laporannya pada Rabu (1/9/2021) yang meninjau lebih dari 11.000 bencana iklim dalam setengah abad terakhir.

"Namun, kabar buruknya adalah kerugian ekonomi telah meningkat dengan cepat dan peningkatan ini diperkirakan akan terus berlanjut,” tambahnya.